Negeri di Ambang Pilu

  Negeriku sudah tak seperti dulu Dimana tongkat dan kayu jadi tanaman Dimana sawah dan pembangunan mampu berdampingan Dimana petani dan pengusaha mampu bersua dalam satu suara Dimana budaya masih membudaya dalam langkah satu usaha   Namun Negeriku sekarang Revolusi Industri Yang diidam-idamkan menuju peradaban baru Tongkat dan kayu ku kau renggut jadi bangunan baru Lanjutkan Membaca

Langkah Kaki

  Langkah kaki tercecer dalam sebuah gedung Ada langkah kaki para insinyur Ada langkah kaki para pegawai bank Ada langkah kaki para petani Ada langkah kaki para manajer perusahaan Langkah kaki itu tertata rapi Dalam lorong lorong serta Keramik di gedung yang penuh  Dengan sebuah harapan serta derita

SENANDUNG CANDU

Pernahkan malam menjanjikan bintang Siang menjanjikan terang Tidak pernah bukan? Mereka tak pernah berjanji, Namun selalu menepati Bagaimana engkau bisa berjanji, Dan lantas pergi untuk mengingkari? Atau aku yang terlalu percaya diri? Akan prasangka yang setiap hari menghampiri? Emmmm…. Sepertinya memang seperti itu Aku sudah terlalu Candu akan Dirimu “@kosa_rasa“

TIDAK JELAS

TIDAK JELAS Aku duduk di tepian danau yang surut Dengan biji-bijian yang ku sruput Beralaskan tembakau yang terserut Tanpa kedip lubang hologram itu terbangun dari gelap Legenda masa lalu terlupakan Bayang masa depan tersamarkan Membias tatkala Jangkrik menunjukan eksistensinya Selalu bergelayut pada struktural bilangan logika Dan tekstur Rasa Rumus-Rumus frasa berserak kemana-mana Hologram itu bertuliskan  Lanjutkan Membaca