Sastra senja 2-bausastra

Bulan pun mulai tersudut

Dipenghujung malam menyambut fajar

Menyingsing perlahan dengan sambutan kabut

Membangunkan jiwa-jiwa yang tegar

 

Entah apa yang membuat mereka terjaga

Seketika fajar berkuasa diatas langit

Jiwa-jiwa itu pun mulai membabi buta

Beradu satu dengan yang lain hingga nampak sengit

 

Tak ayal sang mega kadang murung

Meneteskan air mata menyapa panasnya bumi

Entah untuk apa mereka bertarung

Berebut kuasa yang tak kunjung usai

 

G.Jeason

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *