Topeng malangan

“TOPENG”

 

Berseri wajah pemurung

Terbalut oleh seyum lebar bibirnya

Kata yang terlontar seolah ia bahagia

Menutupi kesedihan di baliknya

Hari demi hari sayatan membesar

Hari demi hari semakin saja

Namun, dengan senyuman kau tutup saja

Sampai kapan kau terpenjara

Dalam kepalsuan yang menggila

Thontowi J

2 komentar pada “TOPENG”

  1. bagaimana jadinya jika (sebut saja aku) topeng itu tulus menutup dan nyata berkelanjutan kenyamanannya? atau mungkin topeng itu tak berwarna dan bening? atau boleh jadi aku yang tak faham tentang bab dan sub bab pertopengan?

  2. Topeng secara makna yang tersampaikan dari saudara saya thontowi j, adalah bentuk ekspresi keseharian yang sebenarnya, belum dapat menemukan/menerima sendiri. kenapa? karena kita sendiri pun, yang merasa telah menemukan dirinya, sering salah sangka pada diri sendiri. ya pada akhirnya kita akan sadar bahwa kita tak tahu akan apa-apa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *