Sepulang Ngaji dari Langgar

Oleh: Edeliya Relanika (1) Pukul 5 sore, aku buyar ngaji, lalu lapar. Lapar mengutuk tanganku memukul gemas kepala dengan kopyah putih keras. Kenapa tangan menjadi anarkis pada diri sendiri? Karena Wak Inggih masih menghukum Ulfah, tiada lancar melantunkan hapalan surah pendek sampai khatam. Terpaku, kami masih terlikat di lantai Langgar. Kami arek Kroman Gang 7 Lanjutkan Membaca