Seiring dengan perjalanan atas segala perkembangan yang terjadi ditanah ini, semua kemelut bertransisi menjadi makanan gurih sehari-hari. Sedangkan anti tesa dan kritik hanya sebagai sesuatu yang dijelmakan sebagai biang kerok masa lampau sampai pada saat ini. Sedikit demi sedikit kita upayakan membuat celah agar dapat membuka kotak pandora tersebut, dan sedikit demi sedikit juga kita menemukan serpihan kisa masah kini yang semakin menyenangkan (sembari menghelahkan nafas berat).

Benar bahwa pasar bisa diciptakan. Baik itu pasar musik, pasar kata-kata, pasar air mata, pasar tertawa bahkan pasar yang mengiris hati. Pasar sedang ramai-ramainya dikunjungi oleh para konsumen eksentrik, dimana orang-orang berbondong-bondong membangun paviliun nan-megah bertuliskan selamat menjadi kaum introvert dan pemuja syair-syair syahdu, karena kita lebih indi dari indi itu sendiri. Dimana setiap hari berkaca dan malu-malu sendiri melihat wajah yang ada dikaca itu. Kita tidak sedang digiring oleh siapapun, karena itu gerak bawah sadar kita, karena itu jalan hidup ninja kita. Welcome to the paviliun.

Lalu dipojok kiri kita yang agak kekiri-kirianan dan kadang-kadang kekanan dikit aja, karena mempunyai sedikit uang dan jajan di kantong ataupun depan mata. Dengan semangat teguh penuh keyakinan sembari menanamkan pedang excalibur yang didapati didapati dipinggir jalan, dipasar-pasar alakadarnya. Memulai mencermati gerak-gerak korporat dalam memproduksi kebijakan. Tak luput celah-celah itu terlepas dari matanya walau sebesar biji sawi.

Dimana ia melihat nilai mata uang yang lebih besar di banding dollar, dan celoteh para korporat “santuy, inflasi masih jauh nan dimata”, permasalahan financial internal ya cari sendiri, mau bikin start up ya gak papa, itu-tuh bagus. Gak punya modal? Saya kasih otoritas jaminan keuangan (OJK) biar makin santuy. Dan perlu diketahui disaat negara-negara lain berlomba-lomba memperbaharui alutistanyam diakibatkan masalah baper-baperan karena perdebatan duluanan ayam atau telur? Makan bubur diaduk atau enggak? Salah-salahan saat main petak umpet. Tentara kita terus berlatih berjaga pagi siang dan malam diluar negeri atau didepan istana, menjaga para demonstran.

Dan orang-orang ini pun terkaget-kaget, karena sekarang para tentara lebih progresif dan revolusioner ketimbang kaum kidal, lebih frontal dari kaum anarko karena tampil berani dengan memboikot desa. Detik demi detik banyak par(wi)pol mulai menciptakan anak-anak mereka mendidik dengan keras dan tegas menciptakan garis keturunan baru agar tercipta keluarga aristokrat yang baru dan beken dijaman post-modern ini. Tidak lupa anak-anaknya juga dipoles dengan santuy, agar gak salah pergaulan kayak diparagraf kedua.

Lalu gimana nih? Ya gak gimana-gimana. Nanti juga ada waktunya, berdoa dan tidur, jangan lupa cuci tangan dan cuci kaki, tutup semua badan dengan selimut. Semoga mimpi besok dunia sudah berubah menjadi lebih santuy. Terus kalau dunia kenapa-napa besok gimana? Santai sebat dan segame dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *