Sepak Bola Antar Kampung

Sepak bola merupakan olahraga yang sudah mendarah daging wabilkhusun untuk masyarakat Indonesia. Bagi kalian ingin berkarir di dunia sepak bola untuk klub profesional namun gak keturutan, mau tidak mau sepak bola tarkam adalah pilihan kalian.

Sepak bola tarkam akan memperlihatkan bagian yang berbeda dari sepak bola yang biasanya kalian tonton di televisi. Tarkam adalah singkatan dari antar kampung, beberapa daerang juga menjabarkanya tarikan kampung. Tarkam merupakan level kompetisi sepak bola yang terselenggara untuk antar kampung/desa yang penuh kultur kearifan lokal dan serba serbi. Tak ayal jika kultur sepak bola ini menjadi bahan perbincagan netizen karena banyaknya hal hal aneh dalam pertandingan, berikut saya bagikan ke kalian :

Lapangan ala Kolam

Pertandingan tarkam jelas tidak diselenggarakan di stadion yang besar nan indah, melainkan biasanya digelar di lapangan yang mewah (mepet sawah) (dempet dengan sawah). Lapangannya acap kali tidak merata, sehingga jika hujan akan menimbulkan genangan air layaknya kolam. Genangan ala kolam tersebut akan menggangu sirkulasi bola. Namun genangan air tersebut juga membawa manfaat untuk mengasah skill passing si pemain dan penguasaan bola. Bahkan pemain timnas pun jika sering main tarkam penguasaan bola akan bertambah ngak grusa grusu

Modal Besar, tapi Hadiah Sedikit

Sepak bola tarkam telah menjadi ajang desa untuk mempamerkan dan menyombong desa nya jika menang. Suatu desa akan menghalalkan segala cara walapun gak masuk akal. Salah satunya adalah melakukan transfer bebas pemain professional ke dalam sepak bola tarkam. Jadi kalian tidak usah kaget jika pemain yang berlaga di babak penyisihan berbeda dengan pemain yang bermain di semifinal. Sepak bola tarkam tidak mengenal jendela transfer mereka menyebutnya transfer bebas.

Transfer bebas tersebut bahkan bisa menghabiskan ratusan juta yang bahkan melebihi hadiah dari tarkam itu sendiri. Saya pernah membaca berita pada tahun 2015, bahwa salah satu klub tarkam di Gunung Kidul rela merekrut 8 pemain yang bermain di Liga Profesional dengan membayarnya 2-5 Juta per Pertandingan. Jika ditila menghabiskan hampir 100 Juta, padahal hadiahnya Cuma 25 Juta. Wesss Ramashook

Dukun adalah Penentu Kemenangan

Indonesia memang tak dapat terpisah dari hal hal klenik. Dalam sepak bola tarkam hal tersebut dapat terwujud dengan menggunakan jasa dukun untuk memenangkan pertandingan. Dukun akan menggunakan ritual dan sihirnya  untuk melemahkan tim lawan, biasanya setiap tendangan lawan akan membentur mistar dan melenceng, membuat kiper lawan melihat 2 bola, bahkan membuat kesurupan tim lawan. Ritual yang dijalankan pun juga aneh, bisa memandikan kembang ke pemain yang akan berlaga, menabur kembang dan dupa di belakang gawang, bahkan membakar kemenyan.

Bahkan pada sutau laga final bukanlah ditentukan dari strategi tim atau kualitas pemain, namun kuat kuatan dukun, yang kuatlah yang akan menang. Heu heu heu

Keras adalah Budaya Tarkam

Sepak bola tarkam tidak mengenal taktik sepak bola modern seperti Tiki – Taka, Jogo Bonito, ataupun Direct Football. Mereka hanya mengenal adalah budaya sepak bola sekedar umpan ke depan langsung shoot dan merebut bola dengan keras dan kasar. Bahkan seseorang teman pernah berujar “Resiko main tarkam kalau gak rumah sakit ya kuburan”. Bahkan ada beberpa pemain professional harus mengakhirinya karena dia bermain di level tarkam.

Penonton berhak Mbacot

Fanatisme pendukung tim tarkam memang tidak dapat diragukan lagi. Penonton yang menyaksikan langsung tarkam sangatlah brutal jika melihat permainan tim yang mereka dukung bermain jelek. Mereka bahkan menyuruh nyuruh pemain di lapangan untuk berganti posisi dan memberi taktik ala ala pelatih. Saya sendiri pernah mengangalaminya secara langsung :

He kon nomer 18, dadi o bek  ae, ket maeng gak nge gol no
(Hey kamu nomer 18, jadi bek saja, dari tadi gak bisa nge gol kan)

Selain hal itu, semisal tim lawan bermain bagus dan sportif selalu ada aja yang salah bagi pendukung tim tarkam.  Entah itu wasitnya gak adil, pemainnya pakai susuk, hingga tim nya pakai dukun kuat. Pokoknya penonton berhak mbacot

Adu Penalti adalah Hal yang Paling Seru

Babak adu penalti merupakan ajang kuat-kuatan mental bagi pemain tarkam. Pasalnya penonton akan mengerubungi kotak penalti dan membentuk border. Sehingga berbagai macam umpatan sumpah seraph muncul, yang dapat membuat mental pemain lawan ciut dan gagal mengeksekusi penalty.

Baku Hantam Penutup Pertandingan

Mau menang atau kalah, yang namanya fanatisme tak dapat terpisah dari pendukung tim tarkam. Ketika salah satu tim bermain kasar, sudah pasti pertandingan tersebut berakhir dengan baku hantam.  Pasalnya bukanya pemain di lapangan yang memamcing keributan melainkan penonton yang di pinggir  lapangan yang melayangkan berbagai suruhan dan umpatan untuk bermain kasar sehingga berakhir dengan baku hantam seluruh lapangan mulai dari pemain hingga penonton.

Penulis

Wikan Agung N
Twitter : @wikanagung12
Linktree : linktr.ee/wikanagung

Sumber gambar :

fajar Maulana
Instagram : @semut.sawah

Editor
Nasrullah. MK Al-chudjazi
Twitter : @al_chudjazi

About the Author

Wikan Agung Nugroho

Mahasiswa Jelata (Jelang Lima Tahun), sedang bercita-cita jadi bulan yang tak kuasa ditelan fajar, dan juga seorang pria yang sudah ahli dalam perkara mencintai tanpa harus memiliki

View All Articles