Aku Merdeka atau Mati?

Pasca Teaterikal ‘Aku Merdeka Atau Mati’ “Kitorang Harus Merdeka toh?” tanya seorang bocah papua kepada teman – temanya seusai pagelaran budaya di pelataran balai kepala Suku, kulihat mereka masih bergerumbul. Membicarakan atau sekedar mengapresiasi bahkan sedikit memperagakan ulang dialog teaterikal ” Aku Merdeka atau Mati?” malam ini. Dan malam berlalu mengiringi langkahku menuju ruang ganti. Lanjutkan Membaca

Coretan Sastra VI

Bulan pun mulai tersudut Dipenghujung malam menyambut fajar Menyingsing perlahan dengan sambutan kabut Membangunkan jiwa-jiwa yang tegar   Entah apa yang membuat mereka terjaga Seketika fajar berkuasa diatas langit Jiwa-jiwa itu pun mulai membabi buta Beradu satu dengan yang lain hingga nampak sengit   Tak ayal sang mega kadang murung Meneteskan air mata menyapa panasnya Lanjutkan Membaca